ERP
Cetak Sablon
Cetak Sablon
Tiga lini yang dikerjakan dulu baru diserahkan — kaos + sablon, kaos custom, dan jasa sablon — dalam satu papan, dikelompokkan per tahap; warna kartu & lencana pertamanya menyebut lininya. Kaos polos tak ikut: barangnya sudah ada di gudang. Nota void/batal tidak dipajang, supaya yang tampil hanya pekerjaan yang masih perlu dikerjakan. Ketuk kartu untuk mengerjakannya di tempat — buat work order, ambil kaos, rekam QC, isi biaya job custom, serahkan. Pembayaran, struk, ongkir, batal, dan retur tetap di detail nota lewat tombol Buka nota lengkap. Tulisan merah berarti ada kaos yang belum tercatat keluar gudang lewat Ambil kaos (hanya kaos + sablon; dua lini lain memang tidak menyentuh stok), atau notanya sudah menggantung lebih dari dua minggu.
Buku kas tiap akun: tiap rupiah yang masuk & keluar, dengan saldo berjalan. Isinya diturunkan langsung dari jurnal — jadi ia tak mungkin berbeda dari buku besar. Kas kecil potong langsung tanpa persetujuan; kas tunai & Bank BCA perlu disetujui dulu, dan jurnalnya baru terbit saat disetujui. Yang mengajukan tak bisa menyetujui pengajuannya sendiri.
Dana cair marketplace mendarat di dompet platform dulu; tarik ke Bank BCA saat sudah dicairkan.
Master data terpusat. Owner yang mengubah; CS memakainya saat buat nota.
Pilih SPU untuk mengatur harga per warna & size. Harga dasar bisa diterapkan ke semua, lalu di-override per baris.
Muncul sebagai chip diskon saat buat nota.
Nama & nomor HP customer. Dipakai saat membuat nota — nomor yang benar berarti struk bisa dikirim ke WhatsApp-nya.
Konveksi (penjahit), penjual kain, dan pemasok lain. Dipakai di tab
SPK dan Raw Material.
Nama boleh diubah kapan saja — dokumen lama menunjuk supplier lewat id, bukan
namanya, jadi tak ada yang putus. Supplier yang sudah dipakai tak bisa
dihapus; nonaktifkan saja supaya berhenti muncul di pilihan.
Dipakai di tab Raw Material untuk menggolongkan tiap
pembelian. Bertingkat: kategori induk (mis. Bahan, Rib) lalu
sub-kategori di bawahnya (mis. 24s, 30s). Boleh lebih dari dua
tingkat kalau perlu.
Pembelian selalu menempel di sub-kategori paling dalam, bukan di
induknya — kalau menempel di induk, lotnya tak akan muncul saat disaring per
sub-kategori. Nama boleh diubah kapan saja; lot menunjuk kategori lewat id, jadi tak
ada yang putus. Yang sudah dipakai tak bisa dihapus — nonaktifkan saja.
Daftarnya berdiri sendiri, bukan cabang di bawah kategori — kalau warna jadi cabang, tiap warna baru harus dibuat ulang di bawah setiap kombinasi kategori, dan daftarnya berlipat. Di form pembelian tampilannya tetap bertingkat: kategori → sub-kategori → warna.
Berkas katalog untuk asisten penyusun orderan: daftar SPU, warna, dan size yang benar-benar ada. Unduh lalu taruh di folder asistennya. Diperbarui manual — berkas yang memperbarui diri sendiri bisa berubah diam-diam di bawah kaki asisten. Tekan tombol ini setiap ada SPU atau warna baru.
Stok dan harga sengaja tidak ikut: keduanya berubah tiap jam, dan angka basi di tangan asisten membuatnya menjanjikan barang yang sudah habis. Stok diperiksa ERP saat teksnya ditempel ke nota.
Tab hanya menyembunyikan tab di tampilan — bukan pengamanan; akses tetap ditentukan role di server, dan owner selalu melihat semua tab. Reset 2FA kalau staf ganti/hilang HP (ia scan QR baru saat login berikutnya). Owner yang terkunci HP-nya sendiri: npm run reset-2fa di server.
Isi minimal salah satu — resi saja atau No. Pesanan saja juga boleh (dua-duanya lebih bagus). Pesanan tanpa resi dicocokkan lewat No. Pesanan saat laporan diimpor.
Copy baris (termasuk header) dari ekspor Shopee/TikTok — Order (harian) atau Income (saat dana cair) — lalu paste. Platform & jenis dideteksi otomatis.
Ketuk Shopee/TikTok → pilih tanggal input → lihat daftar pesanannya.
Jejak perubahan data: siapa mengubah apa. sistem = otomatis (mis. auto-void); claude = dijalankan Claude lewat skrip di server. Ketuk satu baris untuk melihat rinciannya.
Papan pengumuman untuk semua staf. Siapa pun boleh menulis; yang menyunting atau menghapus hanya penulisnya sendiri atau owner. Ketuk kartu untuk membaca memo lengkapnya.
Catatan milik konveksi, bukan pembukuan kita. Konveksi
entitas terpisah — upah ini dibayar dari kas mereka ke tukang mereka, jadi halaman ini
tidak menerbitkan jurnal dan tidak menyentuh kas kita sepeser pun.
Gunanya melacak berapa yang sudah dibayarkan konveksi ke tiap tukang borongan: pilih
tukangnya, centang penugasan yang dibayar, jumlahnya dihitung sendiri dari kartu tarif.
Yang kita bayar adalah tagihan konveksi — ada di tab Utang →
Konveksi, terbit sendiri saat SPK ditutup. Tukang harian tak muncul di
sini; gajinya juga urusan konveksi, lewat absensi.
Surat Perintah Kerja — instruksi produksi ke konveksi. Alurnya: buat SPK → ambil bahan (stok bahan berkurang) → pilih SKU & ratio → cetak → input hasil cutting → tugaskan jahit per proses → input barang masuk. Biaya kain, jahit, dan lain-lain terkumpul di SPK ini, lalu jadi harga pokok kaos saat barang masuk.
Konveksi adalah entitas terpisah. Karyawan dan kartu
tarif di halaman ini adalah catatan milik konveksi — biaya mereka, bukan
biaya kita, jadi tak satu pun menerbitkan jurnal dan tak satu pun masuk
laporan keuangan kita. Rekening/e-wallet karyawan dicatat di sub-tab
Karyawan; ia catatan untuk konveksi saat mentransfer upah, dan tak menyentuh
kas kita.
Yang masuk pembukuan kita hanya tagihan konveksi: jumlah pcs yang kita
terima × tarif di sub-tab Tarif konveksi. Tagihannya terbit sendiri saat SPK
ditutup, lalu muncul di tab Utang untuk dibayar.
Absensi tukang harian. Ketuk tanggal di kalender, lalu
tandai tiap orang: masuk, setengah hari, atau
tidak masuk. Setengah hari & tidak masuk wajib pakai
alasan — upahnya dipotong, jadi harus bisa dijelaskan ke orangnya.
Tanggal yang sudah dicatat diberi tanda di kalender dan bisa dibuka lagi untuk
diperbaiki; tiap perubahan tercatat di tab Audit.
Ini catatan milik konveksi — tukang harian orang mereka, gajinya
biaya mereka. Halaman ini tak menerbitkan jurnal dan tak menyentuh kas
kita sepeser pun.
Catatan pembelian bahan baku / kain. Tiga tanggal
dicatat terpisah karena memang tiga kejadian: dibeli,
dibayar, sampai. Kosongkan tanggal bayar atau tanggal
sampai kalau belum terjadi — dari situlah daftar Belum dibayar dan
Belum sampai terisi. Total dihitung otomatis dari harga per unit × jumlah unit.
Pembelian ini masuk pembukuan: nilainya jadi Persediaan Bahan Baku
(1350). Yang belum dibayar tercatat sebagai Utang Usaha (2100), dan melunasinya cukup
dengan mengisi tanggal & metode pembayarannya di sini.
Arsip berkas desain per customer — supaya saat customer repeat order, filenya sudah siap. Buka sebuah customer untuk melihat berkasnya, dikelompokkan per tanggal unggah. Tanpa batas ukuran maupun format.
Dua kewajiban yang sama-sama lahir sendiri dari dokumen lain — tak ada yang diinput di sini, hanya ditutup. Ongkir adalah titipan customer yang belum diteruskan ke ekspedisi (bukan pendapatan). Konveksi adalah ongkos jahit yang ditagih konveksi, terbit saat SPK ditutup. Nilai bayarnya tak bisa diketik — selalu sebesar tagihannya.
Dibuat otomatis dari harga jual di tab Database — tidak ada yang perlu diisi di sini, dan tidak ada versi lama yang bisa tertinggal. Ekspor PNG untuk dikirim ke customer lewat WhatsApp, atau CSV untuk diolah di spreadsheet. Tiap seksi punya tombol PNG-nya sendiri.
Cetak label barcode 40×30 mm untuk ditempel ke kaos, ke printer thermal TSPL (mis. TSC DA210). Sambungkan lewat Bluetooth atau USB — butuh Chrome/Edge (Android atau desktop).
Antrean cetak
Tempel pesan orderan customer. Asisten bertanya kalau ada yang belum jelas, lalu menyusun teks yang tinggal dikirim ke nota. Ia tidak membuat nota dan tidak mengubah data apa pun. Percakapan tidak disimpan — menutup panel ini mengakhiri sesinya.
💰 tagihan